Langsung ke konten utama
Tutorial Pengecoran

7 Tahapan Pengecoran Beton yang Benar untuk Hasil Optimal

Dipublikasikan: 2024-11-08 08:00:00 +0700 +07

Mengapa Prosedur Pengecoran Itu Penting?

Beton ready mix berkualitas tinggi sekalipun bisa menghasilkan struktur yang lemah jika proses penuangannya salah. Berikut tahapan yang wajib diperhatikan.

Tahapan Pengecoran Beton

1. Persiapan Bekisting

Pastikan bekisting kuat, rapat, dan sudah diolesi release agent. Periksa tidak ada celah yang bisa menyebabkan kebocoran beton.

2. Pemeriksaan Tulangan

Verifikasi posisi, jumlah, dan jarak tulangan sesuai gambar kerja. Pastikan beton decking terpasang untuk menjaga selimut beton minimum.

3. Penerimaan Beton

Lakukan uji slump saat truk tiba. Slump tidak boleh berbeda lebih dari 2 cm dari yang dipesan. Jangan tambahkan air ke dalam beton!

4. Penuangan Beton

Tuangkan beton dari ketinggian maksimum 1,5 meter untuk menghindari segregasi. Jika jarak lebih jauh, gunakan concrete pump atau elephant trunk.

5. Pemadatan (Vibrasi)

Gunakan vibrator untuk memadatkan beton dan menghilangkan rongga udara. Masukkan vibrator setiap 45–50 cm, tahan 5–15 detik, tarik perlahan.

6. Perataan Permukaan

Ratakan permukaan segera setelah penuangan menggunakan screed atau jidar. Untuk lantai, lakukan finishing dengan roskam atau trowel.

7. Curing (Perawatan)

Ini tahap paling sering diabaikan tapi paling kritis! Jaga kelembaban beton selama minimal 7 hari dengan cara:

  • Menutup dengan karung goni basah
  • Menyiram secara berkala
  • Menggunakan curing compound

Beton mencapai 70% kekuatan pada hari ke-7, dan kekuatan penuh pada hari ke-28.

Bagikan:

WhatsApp
Kalkulator Minta Penawaran