Tips Perawatan Beton Pasca Pengecoran agar Tidak Retak
Dipublikasikan: 2024-09-18 08:00:00 +0700 +07
Mengapa Beton Bisa Retak?
Retak pada beton bisa terjadi karena berbagai sebab: penyusutan akibat penguapan air yang cepat, beban berlebih sebelum beton mencapai kekuatan penuh, atau getaran berlebihan.
Proses Curing yang Benar
Fase Awal (0–24 jam)
Fase paling kritis. Beton baru sangat rentan terhadap penguapan. Lindungi dari:
- Sinar matahari langsung — gunakan terpal atau karung goni basah
- Angin kencang — pasang penghalang angin jika perlu
- Hujan lebat — lindungi permukaan yang baru dicor
Fase 1–7 Hari
Siram permukaan beton 2–3 kali sehari. Jaga permukaan selalu lembab. Jangan biarkan permukaan mengering sebelum waktunya.
Fase 7–28 Hari
Beton sudah mulai cukup kuat, tapi belum mencapai kekuatan penuh. Hindari pembebanan berlebih. Lanjutkan penyiraman setidaknya sekali sehari.
Produk Curing yang Tersedia
Selain metode pembasahan tradisional, tersedia curing compound kimia yang disemprotkan ke permukaan beton untuk membentuk lapisan pelindung. Efektif dan efisien untuk area yang luas.
Tanda Beton yang Tidak Dirawat dengan Baik
- Retak rambut (hairline crack) di permukaan
- Warna beton belang tidak rata
- Kekuatan tekan di bawah standar saat uji core drill
Bagikan:
WhatsApp